Content
Menu Utama
Home
Berita
Hott Links
Hubungi Kami
Cari sesuatu
Acara
Gallery Foto
Forum Diskusi
Peta Situs
Tanya Jawab
Buku Tamu
Pendapat anda
Menurut Anda Pelayanan Puskesmas Karang Joang
Sangat baik
baik
cukup baik
kurang baik
buruk
  
Login
Nama pengguna

Kata sandi

Simpan informasi login di situs ini
Lupa kata sandi anda?
Stats

Waktu: 06:43
Anggota: 1
Kunjungan: 114
Web Links: 5
Pengunjung: 13821
Whos Online
Saat ini terdapat 5 pengunjung online

RSS

Downloads
powered_by.png, 1 kB

Hanya 20 Persen Penderita Hepatitis C Bisa Sembuh Sama Sekali E-mail Cetak
Penilaian pengguna: / 0
Ditulis oleh Administrator  
Wednesday, 26 November 2008
Pdpersi, Jakarta - Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 7 juta orang Indonesia pernah menderita penyakit tersebut. Sekitar 80 persen kasus yang ditemukan pada penderita Hepatitis C di Indonesia tidak terdeteksi adanya gejala awal, sementara 20 persen penderita lainnya mengaku cepat lelah dan mata berwarna kuning.

"Dari jumlah 80 persen kasus itu, hanya 20 persen yang dapat sembuh sama sekali, tergantung dari kekebalan tubuh pasien terhadap penyakit itu," ujar Ketua Perhimpunan peneliti Hati Indonesia (PPHI) Unggul Budihusodo, di Jakarta, kemarin.

Hepatitis C merupakan penyakit yang disebabkan virus Hepatitis C. Infeksi virus ini dapat menyebabkan peradangan hati (Hepatitis) pada tahap kronik dapat menyebabkan sirosis hati (peradangan) dan kanker hati
Terakhir diperbaharui ( Wednesday, 26 November 2008 )
Baca selanjutnya...

53 Views, 0 Comments

Permasalahan Kesehatan Akibat Banjir di Kota Samarinda E-mail Cetak
Penilaian pengguna: / 0
Ditulis oleh Administrator  
Wednesday, 26 November 2008

 Pelaporan Penilaian Kebutuhan Cepat Kesehatan Kejadian Bencana Banjir di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur serta upaya penanggulangannya, sebagai berikut.
Terakhir diperbaharui ( Wednesday, 26 November 2008 )
Baca selanjutnya...

87 Views, 2 Comments

RSUD Harus Punya Perda Tarif Sendiri Kamaluddin: Kesehatan Gratis Harus Profesional E-mail Cetak
Penilaian pengguna: / 0
Ditulis oleh Administrator  
Wednesday, 26 November 2008

Penajam Kaltimpost 27/8/2008 - DPRD Penajam Paser Utara perlu mendorong pemerintah kabupaten agar segera membuat rancangan peraturan daerah (raperda) tentang tarif Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Karena, sampai sekarang RSUD tipe C ini masih memungut biaya pasien dengan acuan perda Kabupaten Paser.

"Betul, sudah saatnya tarif RSUD mengacu perda sendiri, bukan memakai perda dari bekas kabupaten induk Paser," kata Ketua Komisi II DPRD Penajam Paser Utara Kamaluddin Sahar mengomentari pertemuannya dengan empat dokter spesialis RSUD, di ruang kerjanya, pekan lalu.

Soal acuan tarif RSUD dengan perda daerah lain itu mengemuka pada pertemuan empat dokter spesialis RSUD Penajam Paser Utara, masing-masing dr Robinson, dr Jaya M, dr Vincent, dan dr Franciska. Mereka sengaja menemui Kamaluddin Sahar menyampaikan aspirasi tersebut dan sekaligus untuk berbagi pendapat.

Terakhir diperbaharui ( Wednesday, 26 November 2008 )
Baca selanjutnya...

30 Views, 0 Comments

BPOM Tarik 22 Item Obat Penambah Stamina Pria Berbahaya E-mail Cetak
Penilaian pengguna: / 0
Ditulis oleh Administrator  
Wednesday, 26 November 2008
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia mengeluarkan public warning/peringatan Nomor: KH.00.01.43.5847, tanggal 14 November 2008 tentang obat tradisonal dan suplemen makanan berkhasiat penambah stamina pria mengandung obat kimia.
Seperti dilansir situs resmi BPOM, public warning yang ditandatangani Kepala BPOM Husniah Rubiana Thamrin Akib itu menjelaskan, berdasarkan hasil pengawasan obat tradisional dan suplemen makanan melalui sampling dan pengujian laboratorium hingga November 2008, BPOM telah memerintahkan untuk menarik dari peredaran sebanyak 22 item produk obat tradisional dan suplemen makanan berkhasiat menambah stamina pria yang dicampur dengan bahan kimia obat keras yaitu Sildenafil Sitrat dan Tadalafil.
Terakhir diperbaharui ( Wednesday, 26 November 2008 )
Baca selanjutnya...

33 Views, 0 Comments

Mi, Lezat Bergizi tetapi Rawan Formalin! E-mail Cetak
Penilaian pengguna: / 0
Ditulis oleh Administrator  
Tuesday, 13 November 2007
Oleh Prof. DR. Made Astawan, Ahli Teknologi Pangan dan Gizi

Mi basah rawan terhadap penambahan formalin dan boraks. Zat kimia ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

Sayangnya, kandungan formalin dan boraks hanya bisa diketahui melalui pemeriksaan laboratorium.

Mi pertama kali dibuat dan berkembang di Cina. Teknologi pembuatan mi disebarkan oleh Marcopolo ke Italia, hingga ke seluruh daratan Eropa. Kini mi populer di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Mi yang beredar di Indonesia terdiri dari empat jenis, yaitu mi mentah, mi basah, mi kering, dan mi instan. Keempat jenis tersebut mempunyal pasar sendiri-sendiri, dengan jumlah permintaan yang semakin meningkat dari waktu ke waktu.
Terakhir diperbaharui ( Tuesday, 13 November 2007 )
Baca selanjutnya...

503 Views, 4 Comments

Awas, Toksin ada di sekitar kita E-mail Cetak
Penilaian pengguna: / 0
Ditulis oleh Administrator  
Tuesday, 13 November 2007
Oleh: republika

" Jika timbunan toksin tidak dibersihkan, maka akan mengakibatkan iritasi, peradangan pada jaringan, dan menurunkan fungsi normal dari setiap organ tubuh "

Disadari atau tidak, dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali kuman, racun (toksin) berada disekitar kita dan kita hidup bersama dengan mereka. "Ribuan hingga jutaan toksin berada di sekeliling kita dan siap melawan sistem kekebalan ubuh kita," kata dr. M Rusmin, alumnus Fakultas Kedokteran, Yayasan Rumah Sakit Islam (YARSI), Jakarta.
Terakhir diperbaharui ( Tuesday, 13 November 2007 )
Baca selanjutnya...

174 Views, 0 Comments

Menyusui Pada Satu Jam Pertama E-mail Cetak
Penilaian pengguna: / 0
Ditulis oleh Administrator  
Tuesday, 13 November 2007
Oleh: Th. Irawati

Judul diatas merupakan tema Pekan (1-7 Agustus) ASI Sedunia tahun 2007.

Sudah tidak dapat dpungkiri lagi bahwa ASI merupakan mukjizat dari Tuhan yang diberikan kepada umatnya melalui ibu yang menyusui bayinya dengan ASI. ASI adalah satu jenis makanan yang mencukupi seluruh unsur kebutuhan bayi, baik fisik, psikologi, sosial maupun spiritual. Dan pemberian ASI selama 1 jam pertama dalam kehidupannya dapat menyelamatkan i juta nyawa bayi.
Terakhir diperbaharui ( Tuesday, 13 November 2007 )
Baca selanjutnya...

323 Views, 2 Comments

Penilaian pengguna: / 2
Ditulis oleh Administrator  
Thursday, 08 November 2007
Perkembangan Kesiapsiagaan Status Awas Gunung Kelud
01 Nov 2007 www.depkes.go.id



Laporan Perkembangan Kesiapsiagaan Status AWAS Gunung Kelud di Kab.Kediri dan Kab.Blitar Prov. Jawa Timur, berdasarkan informasi dari PPK Regional Jawa Timur, Dinkes Kab. Kediri, Dinkes Kab. Blitar dan Staf PPK Depkes yang berada di lokasi sampai tanggal 28 Oktober 2007 pukul 20.00 WIB sebagai berikut:
Terakhir diperbaharui ( Saturday, 10 November 2007 )
Baca selanjutnya...

216 Views, 0 Comments

5% Kematian Balita Disebabkan Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi E-mail Cetak
Penilaian pengguna: / 5
Ditulis oleh Administrator  
Monday, 30 May 2005
02 Nov 2007

Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) seperti TBC, Diphteri, Pertusis, Campak, Tetanus, Polio, dan Hepatitis B merupakan salah satu penyebab kematian anak di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Diperkirakan 1,7 juta kematian pada anak atau 5% pada balita di Indonesia adalah akibat PD3I. Agar target nasional dan global untuk mencapai eradikasi, eliminasi dan reduksi terhadap PD3I dapat dicapai, cakupan imunisasi harus dipertahankan tinggi dan merata sampai mencapai tingkat Population Immunity (kekebalan masyarakat) yang tinggi. Kegagalan untuk menjaga tingkat cakupan imunisasi yang tinggi dan merata dapat menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) PD3I.
Terakhir diperbaharui ( Thursday, 08 November 2007 )
Baca selanjutnya...

598 Views, 1 Comment

>> Awal < Sebelumnya 1 2 Selanjutnya > Akhir >>