| Hanya 20 Persen Penderita Hepatitis C Bisa Sembuh Sama Sekali
|
 |
 |
|
|
|
| Ditulis oleh Administrator |
Wednesday, 26 November 2008
Pdpersi, Jakarta - Berdasarkan
data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 7 juta orang Indonesia
pernah menderita penyakit tersebut. Sekitar 80 persen kasus yang
ditemukan pada penderita Hepatitis C di Indonesia tidak terdeteksi
adanya gejala awal, sementara 20 persen penderita lainnya mengaku cepat
lelah dan mata berwarna kuning.
"Dari jumlah 80 persen kasus itu, hanya 20 persen yang dapat sembuh
sama sekali, tergantung dari kekebalan tubuh pasien terhadap penyakit
itu," ujar Ketua Perhimpunan peneliti Hati Indonesia (PPHI) Unggul
Budihusodo, di Jakarta, kemarin.
Hepatitis C merupakan penyakit yang disebabkan virus Hepatitis
C. Infeksi virus ini dapat menyebabkan peradangan hati (Hepatitis) pada
tahap kronik dapat menyebabkan sirosis hati (peradangan) dan kanker
hati
|
| Terakhir diperbaharui ( Wednesday, 26 November 2008 ) |
| Baca selanjutnya... |
|
|
|
|
|
| RSUD Harus Punya Perda Tarif Sendiri Kamaluddin: Kesehatan Gratis Harus Profesional
|
 |
 |
|
|
|
| Ditulis oleh Administrator |
Wednesday, 26 November 2008
Penajam Kaltimpost 27/8/2008 - DPRD Penajam Paser
Utara perlu mendorong pemerintah kabupaten agar segera membuat
rancangan peraturan daerah (raperda) tentang tarif Rumah Sakit Umum
Daerah (RSUD). Karena, sampai sekarang RSUD tipe C ini masih memungut
biaya pasien dengan acuan perda Kabupaten Paser.
"Betul, sudah saatnya tarif RSUD mengacu perda
sendiri, bukan memakai perda dari bekas kabupaten induk Paser," kata
Ketua Komisi II DPRD Penajam Paser Utara Kamaluddin Sahar mengomentari
pertemuannya dengan empat dokter spesialis RSUD, di ruang kerjanya,
pekan lalu. Soal acuan tarif RSUD dengan
perda daerah lain itu mengemuka pada pertemuan empat dokter spesialis
RSUD Penajam Paser Utara, masing-masing dr Robinson, dr Jaya M, dr
Vincent, dan dr Franciska. Mereka sengaja menemui Kamaluddin Sahar
menyampaikan aspirasi tersebut dan sekaligus untuk berbagi pendapat. |
| Terakhir diperbaharui ( Wednesday, 26 November 2008 ) |
| Baca selanjutnya... |
|
|
|
| BPOM Tarik 22 Item Obat Penambah Stamina Pria Berbahaya
|
 |
 |
|
|
|
| Ditulis oleh Administrator |
Wednesday, 26 November 2008
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia mengeluarkan public warning/peringatan
Nomor: KH.00.01.43.5847, tanggal 14 November 2008 tentang obat
tradisonal dan suplemen makanan berkhasiat penambah stamina pria
mengandung obat kimia. Seperti dilansir situs resmi BPOM, public warning yang
ditandatangani Kepala BPOM Husniah Rubiana Thamrin Akib itu
menjelaskan, berdasarkan hasil pengawasan obat tradisional dan suplemen
makanan melalui sampling dan pengujian laboratorium hingga November
2008, BPOM telah memerintahkan untuk menarik dari peredaran sebanyak 22
item produk obat tradisional dan suplemen makanan berkhasiat menambah
stamina pria yang dicampur dengan bahan kimia obat keras yaitu
Sildenafil Sitrat dan Tadalafil. |
| Terakhir diperbaharui ( Wednesday, 26 November 2008 ) |
| Baca selanjutnya... |
|
|
|
| Mi, Lezat Bergizi tetapi Rawan Formalin!
|
 |
 |
|
|
|
| Ditulis oleh Administrator |
Tuesday, 13 November 2007
Oleh Prof. DR. Made Astawan, Ahli Teknologi Pangan dan Gizi
Mi basah rawan terhadap penambahan formalin dan boraks. Zat kimia ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan.
Sayangnya, kandungan formalin dan boraks hanya bisa diketahui melalui pemeriksaan laboratorium. Mi
pertama kali dibuat dan berkembang di Cina. Teknologi pembuatan mi
disebarkan oleh Marcopolo ke Italia, hingga ke seluruh daratan Eropa.
Kini mi populer di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Mi yang
beredar di Indonesia terdiri dari empat jenis, yaitu mi mentah, mi
basah, mi kering, dan mi instan. Keempat jenis tersebut mempunyal pasar
sendiri-sendiri, dengan jumlah permintaan yang semakin meningkat dari
waktu ke waktu. |
| Terakhir diperbaharui ( Tuesday, 13 November 2007 ) |
| Baca selanjutnya... |
|
|
|
| Awas, Toksin ada di sekitar kita
|
 |
 |
|
|
|
| Ditulis oleh Administrator |
Tuesday, 13 November 2007
Oleh: republika
"
Jika timbunan toksin tidak dibersihkan, maka akan mengakibatkan
iritasi, peradangan pada jaringan, dan menurunkan fungsi normal dari
setiap organ tubuh "
Disadari atau tidak, dalam kehidupan
sehari-hari banyak sekali kuman, racun (toksin) berada disekitar kita
dan kita hidup bersama dengan mereka. "Ribuan hingga jutaan toksin
berada di sekeliling kita dan siap melawan sistem kekebalan ubuh kita,"
kata dr. M Rusmin, alumnus Fakultas Kedokteran, Yayasan Rumah Sakit
Islam (YARSI), Jakarta. |
| Terakhir diperbaharui ( Tuesday, 13 November 2007 ) |
| Baca selanjutnya... |
|
|
|
| Menyusui Pada Satu Jam Pertama
|
 |
 |
|
|
|
| Ditulis oleh Administrator |
Tuesday, 13 November 2007
Oleh: Th. Irawati
Judul diatas merupakan tema Pekan (1-7 Agustus) ASI Sedunia tahun 2007. Sudah
tidak dapat dpungkiri lagi bahwa ASI merupakan mukjizat dari Tuhan yang
diberikan kepada umatnya melalui ibu yang menyusui bayinya dengan ASI.
ASI adalah satu jenis makanan yang mencukupi seluruh unsur kebutuhan
bayi, baik fisik, psikologi, sosial maupun spiritual. Dan pemberian ASI
selama 1 jam pertama dalam kehidupannya dapat menyelamatkan i juta
nyawa bayi. |
| Terakhir diperbaharui ( Tuesday, 13 November 2007 ) |
| Baca selanjutnya... |
|
|
|
|
|
| Ditulis oleh Administrator |
Thursday, 08 November 2007
Perkembangan Kesiapsiagaan Status Awas Gunung Kelud 01 Nov 2007 www.depkes.go.id

Laporan
Perkembangan Kesiapsiagaan Status AWAS Gunung Kelud di Kab.Kediri dan
Kab.Blitar Prov. Jawa Timur, berdasarkan informasi dari PPK Regional
Jawa Timur, Dinkes Kab. Kediri, Dinkes Kab. Blitar dan Staf PPK Depkes
yang berada di lokasi sampai tanggal 28 Oktober 2007 pukul 20.00 WIB
sebagai berikut: |
| Terakhir diperbaharui ( Saturday, 10 November 2007 ) |
| Baca selanjutnya... |
|
|
|
| 5% Kematian Balita Disebabkan Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi
|
 |
 |
|
|
|
| Ditulis oleh Administrator |
Monday, 30 May 2005
02 Nov 2007
Penyakit
yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) seperti TBC, Diphteri,
Pertusis, Campak, Tetanus, Polio, dan Hepatitis B merupakan salah satu
penyebab kematian anak di negara-negara berkembang termasuk Indonesia.
Diperkirakan 1,7 juta kematian pada anak atau 5% pada balita di
Indonesia adalah akibat PD3I. Agar target nasional dan global untuk
mencapai eradikasi, eliminasi dan reduksi terhadap PD3I dapat dicapai,
cakupan imunisasi harus dipertahankan tinggi dan merata sampai mencapai
tingkat Population Immunity (kekebalan masyarakat) yang tinggi.
Kegagalan untuk menjaga tingkat cakupan imunisasi yang tinggi dan
merata dapat menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) PD3I. |
| Terakhir diperbaharui ( Thursday, 08 November 2007 ) |
| Baca selanjutnya... |
|
|
|
|
|
|
>> Awal < Sebelumnya 1 2 Selanjutnya > Akhir >> |
|